Ratna Sitepu Kampanyekan Maghrib Mengaji

/

/ Minggu, 16 Desember 2018 / 11.10 WIB
Reses III Anggota DPRD Medan, Ratna Sitepu yang dilaksanakan di Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia, Sabtu 15 Desember 2018.

dailysatu.com
-Wabah demoralisasi remaja telah merasuk berbagai sendi urat bangsa. Bahkan, perilaku amoral telah mengarah pada tindakan kriminal dan tidak sedikit dilakukan oleh kaum remaja.

Apalagi, di era globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini, penting sekali membentengi keluarga khususnya anak-anak dari berbagai dampak kemajuan teknologi dan informasi.

Anggota DPRD Medan, Ratna Sitepu menyebutkan solusi untuk permasalahan wabah demoralisasi ini dengan maghrib mengaji. Program tersebut dinilai efektif menangkal segala macam kenakalan remaja.

"Dulu ketika saya kecil, setelah maghrib mau keluar rumah itu takut. Semua anak-anak mengaji di rumah, di surau, masjid dan madrasah-madrasah," katanya dihadapan ratusan emak-emak yang hadir saat kegiatan Reses III-nya yang dilaksanakan di Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia, Sabtu 15 Desember 2018.

Menurut Politisi Perempuan Hanura itu, dengan memanfaatkan waktu magrib untuk mengaji, anak-anak dan remaja akan konsentrasi kepada pendidikan dasar agama, akhlak dan aqidah. Mereka memanfaatkan waktu setelah maghrib hingga malam adalah untuk belajar.

"Setelah hari gelap tidak keluyuran tetapi mengaji," katanya.

Jika hal itu terlaksana, dia yakin perilaku seperti berandalan motor, begal, bahkan berbagai kenakalan remaja lainnya bisa dicegah.

"Lebih baik melakukan pencegahan daripada menindak," ujarnya.

Dia pun mengimbau kesadaran para orang tua agar kembali kepada pola pendidikan yang lebih mengutamakan keluarga. Memperhatikan keluarga dan anak untuk mengaji setelah maghrib akan sangat efektif.

"Gerakan maghrib mengaji meredam sedini mungkin kenakalan anak-anak kita. Anak-anak disiplin. Seperti dulu, ketika Magrib tutup pintu, kecuali pergi ke tempat mengaji," ujarnya.

Sebagai bagian dari pemerintah, pihaknya bersama Pemko Medan  menambah jumlah guru maghrib mengaji untuk tahun anggaran 2019 mendatang.

Untuk 2019, sebutnya, guru maghrib mengaji bertambah menjadi 3000 orang.

"Honor yang mereka terima sebesar Rp 550 ribu perbulan yang dibayarkan 2 kali setahun yaitu bulan Juli dan Desember, " katanya.

Bukan hanya maghrib mengaji, lanjut anggota Komisi A itu, 2019 mendatang juga ada penambahan honor untuk ustad/ustadzah termasuk juga untuk imam masjid , guru Taman Pendidikan Al- Quran, dan pengurus masjid.

"Diharapkan dengan peningkatan ini guru mengaji ini lebih bersemangat lagi mengajarkan agama kepada masyarakat, khususnya anak-anak.  Mudah-mudahan dengan semakin kuat belajar agama semakin kuat pula keimanan kita, " tandasnya.

Sementara, salah seorang warga Nur Warga Kelurahan Tanjung Gusta mengeluhkan maraknya peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Dia khawatir dengan maraknya peredaran narkoba akan merusak para anak-anak mereka.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini