Rapat Banggar Evaluasi APBD Humbahas Tahun 2019 Berlangsung 'Panas', Fraksi Gerindra Walk Out

/

/ Jumat, 21 Desember 2018 / 18.17 WIB
Tesk foto: Moratua Gajah saat walk out dari ruang rapat 
dailysatu.com - Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) walk out, saat rapat banggar terkait hasil evaluasi APBD 2019 oleh Gubernur Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (21/12/2018).

Hal tersebut terjadi saat digelar rapat diruangan rapat Sekretaris Dewan (Sekwan), dilakukan tertutup yang dihadiri Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun, Plt Asisten Pemerintahan Makden Sihombing, Asisten II Lamhot Hutasoit, Asisten III Janter Sinaga, Plt Bappeda Hotmauli Butarbutar, tidak membawa dokumen hasil evaluasi Gubernur.

Kemudian, adanya usulan pengadaan pembelian semisal 7 unit excavator, namun direalisasikan menjadi 2 unit, yang sempat ditanya malah dijawab enteng.

" Saya keluar dari rapat karena tidak fair, jadi  menurut saya tidak untuk diikuti," ujar Moratua Gajah, Ketua Fraksi Gerindra dalam keterangan persnya usai keluar dari ruang rapat.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Manaek Hutasoit didampingi Wakil Ketua DPRD Jimmy Togu Purba, Marsono Simamora, saat itu sempat panas. Sehingga, Fraksi Gerindra walk out dari rapat tersebut.

Sebab, hasil evaluasi APBD tahun anggaran 2019 oleh Gubernur yang telah disahkan bersama-sama oleh DPRD dan Pemerintah setempat pada 28 November 2018 lalu, dokumenya tidak disampaikan.

Moratua menyampaikan lagi, bahwa rapat tersebut tidak ada lagi sikap menghargai DPRD. Ia memisalkan lagi, ketidakkehadiran Sekretaris Daerah Tonny Sihombing sebagai Ketua Tim Anggaran, tanpa ada membuat alasan berupa surat.

" Inilah salah satu alasan kita yang kita tanyakan siapa yang bertanggungjawab disini karena tim anggarankan selaku Sekda tak hadir tanpa ada alasan, tanpa ada surat delegasi. Dari awal ini yang saya tanyakan," ungkap dia.

Sementara, lanjut Moratua, rapat yang digelar pada hari ini adalah rapat resmi yang menyangkut hajat masyarakat. " Jadi kalau kita lihat, terlalu sepele mereka melihat kita-kita ini," tambahnya.

Moratua juga menyampaikan jika memang tupoksi DPRD tidak dianggap lagi melihat sikap rapat tersebut, tidak perlu lagi rapat-rapat dilakukan. Apalagi, jika pemerintah sudah menganggap bahwa tidak ada lagi perlu usulan DPRD.

" Jika memang usulan mereka itu sudah benar,tidak usah lagi dibahas di DPRD. Jadi ngapain kita capek-capek membahas disini sampai jam 4 pagi, sementara dokumen (hasil usulan komisi soal pemangkasan anggaran-red) tidak disampaikan ke Gubernur," kesal Moratua sembari menduga dokumen hasil pembahasan dan usulan terjadinya pemangkasan anggaran tidak disampaikan ke Gubernur.

Sebelumnya, rapat banggar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Manaek Hutasoit, dihadiri 6 Fraksi. Antara lain, Fraksi PDI Perjuangan Ramses Lumbangaol, Fraksi Hanura Martini Purba, Fraksi Nasdem Kebangkitan Bangsa Marsono Simamora, Fraksi Amanat Demokrat Bangun Silaban, Fraksi Golkar Marolop Manik didampingi Parulian Simamora dan Fraksi Gerindra Moratua Gajah.

Rapat yang digelar tertutup itu akhirnya diskor sampai tanggal 28 Desember 2018. (ds/Carlos)
Komentar Anda

Berita Terkini