Pernah Berjaya, Begini Nasib Gudang Pengepakan Tembakau Deli Di Desa Helvetia

/

/ Selasa, 11 Desember 2018 / 14.19 WIB
Teks foto : Kondisi Gudang pengepan tembakau deli.
dailysatu.com - Dari namanya saja, semua akan tahu kalau komoditas tembakau yang baik itu berasal dari tanah Deli atau Melayu yang ada di Sumatera Utara (Sumut).

Meski tanaman tembakau bukan merupakan komoditas langka, namun hanya dari tanah Deli inilah, tembakau deli memiliki taste atau rasa yang berbeda dengan tembakau mana pun di dunia.

Keistimewaan spesialnya tembakau deli ini, membuat pasar Eropa sejak masa Indonesia dijajah Belanda pun tetap menjadi konsumen besar untuk tembakau yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 2 tersebut.

Namun, anehnya, komoditas yang dijadikan pembalut cerutu bagi konsumen Eropa itu tidak dapat terus berbangga atas keistimewaannya tersebut. Adanya larangan merokok di Eropa, membuat PTPN2 melakukan \"penyempitan\" lahan untuk mengembangkan tembakau deli yang otomatis berdampak pada jumlah produksi yang akan dipasarkan di luar.

Bukan itu saja, saat ini gudang yang dahulu pernah digunakan untuk pengepakan tembakau deli yang ada di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang ini hanya tinggal saksi bisu kejayaan tembakau deli pada massa itu.

Pengamatan wartawan dari luar gedung terlihat, gudang yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini tak terlihat ada aktifitas pengepakan tembakau deli.

Bahkan, gudang bangsal yang dulu digunakan untuk mengepak tembakau sebagian sudah pada hancur dan sudah dibongkar. Tidak terlihat aktifitas pegawai PTPN II, dilokasi gudang pengepakan tersebut.

Bahkan, disekitar  gudang saksi sejara ini terlihat rumput ilalang yang sudah mulai meninggi dan tak perna dirawat.

Ripin petugas pengamanan gudang yang ditemui dilokasi mengatakan, pembongkaran gudang pengepakan tembakau deli dilakukan atas perintah direksi.

"Kami hanya sebagai penjaga lokasi, yang saya tahu pembongkaran atas perintah direksi PTPN II. Untuk meterial dibawah ke kantor direksi di tanjung morawa," ucapnya.

Saiful pengamat sejara dan juga warga sekitar kepada dailysatu.com mengaku kecewa dengan dibongkarnya gudang penyimpanan dan pengepakan tembakau deli di Desa Helvet.

"Saya sangat kecewa dengan dibongkarnya gudang itu, karena bagaimana pun itu salah satu guang penuh sejarah di Indonesia ini," ucapnya.

Lebih lanjut Saiful mengatakan, meski tak beraktifitas lagi tapi para wisatawan asing kerap mengunjungi lokasi.

"Setiap tahun wisatawan asing kerap mengunjungi lokasi gudang tersebut, karena nama tembakau deli masih ada dunia,"ujarnya.

" Seharusnya pemerintah Kabupaten Deli Serdang, peka terhadap masalah ini. Gudang pengepakan tembakau deli, bisa menjadi ikon wisata Deli Serang dan menjadi pemasukan PAD dari objek wisata,"tandasnya. (ds/02)
Komentar Anda

Berita Terkini