Kejari Paluta 'Berdarah -darah' oleh Bara Api

/

/ Rabu, 05 Desember 2018 / 14.21 WIB

dailysatu.com- Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPC BARA API Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Paluta,Rabu 5 Desember 2018.

Dalam unjukrasa ditandai dengan pecah kepala sampai berdarah - darah yang dilakukan Ketua Aksi bersama rekannya serta massa membawa keranda mayat yang menandakan lemahnya hukum di Paluta.

Dalam orasinya, Mora Bangun Simbolon di depan Kantor Kejari Paluta, jalan Perwira, Nomor 61, Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak meminta kepada Kejari Paluta menangkap dan memeriksa Kepala Desa (Kades) Simbolon karena diduga menyelewengkan dana desa.

Selain itu mereka juga menuntut agar Kejari memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah SMAN 1 Padang Bolak yang diduga telah melakukan prakter Pungutan Liar (pungli)  kepada orangtua siswa.

"Keluar Pak Kejari Paluta, jumpai kami disini, Kalau tidak Sanggup jadi Kejari biar kita aja yang menggantikan"  teriak Massa Bara Api.

Masih kata Mora Bangun Simbolon, aksi ini dilakukan karena menilai lemahnya penegakan hukum di Paluta.

"Kejari Paluta mandul dalam penegakan hukum" ujarnya.

Sekitar 40 Menit menyampaikan Orasi perwakilan dari Kejari Paluta diwakili Kepala Seksi Intelijen Sutan P menjumpai para demonstran dan menyampaikan agar Bara Api bersabar mengikuti proses Hukum secara prosedur.

"Untuk laporan desa simbolon sudah kita tindak lanjuti, sudah dilaporkan sesuai dengan intruksi pimpinan bekerja sama dengan, Kapolri, Jaksa Agung dan Mendagri," katanya.

Lebih lanjut disampaikan
Sudah ada hasil temuan dan apabila dalam waktu 60 hari pihak desa simbolon tidak membayarkan temuan tersebut,  kita akan tindak lanjuti dengan tindak pidana dan terkait tuntutan yang lain ini akan menjadi informasi awal untuk buat kejari Paluta" kata Kasi Intel dihadapan Massa Bara Api.
 
Mendapat jawaban dari Kasi intel Paluta massa membubarkan diri dan berjanji akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak di tindak lanjuti.(ds/Mul/MB)
Komentar Anda

Berita Terkini