Diupah Rp 400 Ribu, 2 Remaja Asal Aceh Nekat Bawa 15 Bal Ganja Kering

/

/ Kamis, 20 Desember 2018 / 07.41 WIB

dailysatu.com-Dua mahasiswa asal Aceh terpaksa diboyong petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur, saat keduanya sedang berdiri menunggu jemputan di kawasan Jalan Tritura, Kecamatan Medan Amplas,Senin (17/12/2018).

Pasalnya, keduanya yang diketahui berinisial, MNA,18, dan ZR,19, penduduk asal Dusun Haji Patan, Desa Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Kababupaten Aceh Bireuen Prov. Nangroe Aceh Darussalam (NAD) ini, membawa 2 tas berisi 15 bal ganja kering.

Menurut informasi yang diperoleh di kepolisian menyebutkan, beberapa jam sebelum penangkapan, petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur mendapatkan informasi adanya dua orang kurir narkoba asal Aceh melintasi Medan dan berada di kawasan Jalan Tritura guna menunggu jemputan, sambil membawa 2 tas diduga berisi Ganja.

Dari informasi itu, petugas langsung menuju lokasi. Benar saja, polisi melihat 2 orang pria dengan dengan gelagat mencurigakan sedang berdiri di pinggiran Jalan Tritura Medan dan menunggu sebuah mobil.

"Kedua orang tersebut langsung ditanyai dari mana dan tujuan kemana serta mengaku dari Aceh dengan tujuan Pekanbaru dan kedua pelaku mulai gelisah," ungkap, Kapolsek Medan Timur, Kompol M. Arifin kepada wartawan, Rabu (19/12/2018).

Selanjutnya, jelas Kapolsek, polisi menyuruh kedua tersangka untuk membuka tas yang mereka bawa dan kemudian anggota polisi melakukan pemeriksaan, lalu ditemukan dari tas masing-masing berupa ganja kering sebanyak 7 bal dan 1 tas lagi berisi ganja kering sebanyak 8 bal.

Mengetahui hal itu, polisi langsung mengamankan keduanya. Polisi juga melakukan interogasi. Saat ditanyai, kedua tersangka mengaku membawa ganja atas suruhan orang dari Aceh Bireuen dengan tujuan Pekanbaru, Prov. Riau.

"Para tersangka mengaku mendapat upah sebesar Rp. 400 ribu dalam setiap kilogramnya untuk mengantar 2 tas ganja kering itu. Mereka baru dikasih uang muka Rp 1 juta. Sisanya setelah barang diantarkan," terang Kompol M Arifin.

Dijelaskannya, pihaknya meringkus kedua tersangka sebelum keduanya menaiki bus tumpangan menuju kota Pekan Baru dengan 2 tas berisi ganja. Sebelumnya, ganja tersebut diakui kedua pelaku adalah milik, seorang berinisial PON (DPO) yang diserahkan kepada temannya untuk disampaikan kepada kedua tersangka.

Selanjutnya kedua tersangka dibawa ke Polsek Medan Timur untuk dilakukan proses penyidikan.


"Saat ini keduanya masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Dan keduanya dipersangkakan dengan pasal 114 ayat (1) Subs 111 ayat (1) Jo 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009," pungkasnya.(ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini