Curi Uang Dengan Masuk Jendela Tetangga, Scurity Singapore Land Ditembak

/

/ Rabu, 26 Desember 2018 / 11.07 WIB

dailysatu.com-Polres Asahan Unit Jahtanras Satreskrim melakukan penembak bagian betis kaki pelaku pencurian kekerasan, yang diketahui bahwa sang pelaku adalah salah satu scurity di Singapore Land.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kapolsek Buntu Pane AKP Nasib Manurung saat mengevaluasi tersangka di RSUD HAMS Kisaran Selasa 25 Desember 2018 Pukul 23:00 Wib.

"Pelaku kita beri hadiah timah panas dikaki karena melaku perlawanan saat hendak ditangkap ditempat kerjanya Singapore Land, sesuai dengan laporan bahwa pelaku terlibat kasus pencurian kekerasan."kata Kapolres Asahan.

Untuk inisial pelaku Indra Laksamana warga Dusun III, Desa Perkebunan, Desa Sei Silau, Kecamatan Buntu Pane Asahan, ia melakukan aksinya pada Minggu 23 Desember 2018 sekira pukul 03.00 Wib dirumah tetangganya Wenny Maya Tari seorang Ibu Rumah Tangga warga Dusun II Desa Perkebunan Sei silau Kecamatan Buntu Pane, Asahan.

Saat melakukan aksinya Wenny sontak terbangun dan teriak sehingga dikamar didengar oleh mertua Wenny yang satu rumah dengannya.

"Wenny kaget saat terbangun dari tidurnya ia melihat pria berbaju putih dengan menutup mukanya pakai kaos merah, spontan wenny langsung teriak sehingga terdengar ibu mertuanya, si pelaku langsung menghampiri Wenny dengan membawa benda tajam yang dibungkus, akan tetapi ibu mertua langsung terbangun sipelaku pun langsung lari dari jendela rumah korban,"jelas Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu

Pelaku juga berhasil larikan 1 Buah Handphone merek WIKO warna Hijau, dan 1  Buah Dompet yg berisi : uang tunai  Sebesar Rp. 700.000,- (Tujuh Ratus Ribu Rupiah), semuanya milik korban, dan juga korban mengalami luka ringan dibagian pipi.

AKBP Faisal Napitupulu juga menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya tidak sendiri melainkan berdua dengan rekannya berinisial LM yang berperan menggambarkan TKP sedangkan Indra Laksamana berperan sebagai eksekutor.

"Untuk LM kita tetapkan statusnya sebagai DPO, barang bukti berhasil kita amankan yakni 1unit Hp Merk Wiko, 1 Bh Sim Card Korban,1 Unit Hp Nokia, uang tunai Rp 100.000, kasus ini masih dalam proses pengembangan."akhir AKBP Faisal.(ds/dicky saragi)
Komentar Anda

Berita Terkini