Bongkar Bangunan Dengan Arogan Satpol PP Medan Digugat

/

/ Kamis, 13 Desember 2018 / 21.00 WIB

dailysatu.com-Pengelola pondok Mansyur Food Court, Aida Wahab SH menggugat kebijakan Satpol PP Medan yang sudah membongkar bangunannya ke Pengadialn Tata Usaha Negara, Sunggal Medan.

Gugatan dilakukan lewat kuasa hukumnya, Parlindungan Nadeak SH.

Parlindungan Nadeak SH, kepada wartawan, belum lama ini mengatakan,  kliennya bukan menggugat lembaga atau institusi pemerintah, melainkan prilaku oknum petugas Satpol PP yang bertindak tidak sesuai aturan.

“Surat perintah pembongkaran itu kita uji lewat persidangan ini,” kata Nadeak.

Ia mengemukakan, kliennya  taat hukum. Saat mengetahui bangunan food court belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dia mempercayakan pengurusan IMB kepada seseorang, tapi dia ditipu, IMB tersebut ternyata tidak diurus. Sehingga ketika ada surat peringatan I pembongkaran Aida Wahab terkejut.

“Klien kami meminta penundaan 10 hari untuk mengurus IMB, pihak Satpol PP menyetujuinya. Tapi belum 10 hari petugas Satpol PP bersama Polisi mengeksekusi bangunan klien kami, padahal IMBnya sedang berproses. Kenapa Center Point yang jelas tidak ada IMBnya Satpol PP tidak berani merubuhkannya?” ucap Nadeak.

Dia menyayangkan sikap oknum Satpol PP Medan yang terkesan masih melakukan aksi “tebang-pilih” dalam menjalankan tugas penertiban bangunan. Indikasi itu terlihat dari merebaknya bangunan permanen yang berdiri kokoh di bantaran sungai, tapi tidak dibongkar.

Pada sidang lanjutan, Kamis (5/12) kata Nadeak, kliennya menyerahkan fotokopi berkas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai tambahan bukti kepada majelis hakim yang dipimpin Pengki Nurpanji.

“Ini sebagai bukti, klien kami taat aturan hukum dan selalu mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. Ada ketidakwajaran menurut kami dalam eksekusi itu, kami berharap penegak hukum mengusutnya,” tukasnya.(ds/Lilik).


Komentar Anda

Berita Terkini