Suara Nahdliyin di Sumut Berpotensi Dukung Jokowi- Ma'aruf Amin di Pilpres 2019

/

/ Kamis, 08 November 2018 / 18.33 WIB

dailysatu.com- Suara warga Nahdliyin yang ada di Sumut diperkirakan berpotensi akan mendukung dan memilih Pasangan Calon (Paslon) Jokowi - KH Ma'aruf Amin  di ajang Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2019 mendatang.

Hal itu dikatakan Ketua Koordinator Wilayah ( Korwil ) Rumah Kiai Ma'aruf Amin (KMA) Sumatera Utara,DR Aswan Jaya, MKomI didampingi Sekretarisnya Syafii Sitorus, Kamis (8/11/2018).

Dijelaskan DR Aswan Jaya, dinamisasi politik pada Pilgubsu dengan dinamisasi politik saat kampanye Pilpres masih cenderung sama. Hal itu ditandai dengan masih bergulirnya isu-isu bernuansa SARA yang dibumbui oleh informasi-informasi hoax dan fitnah.

" Berangkat dari dinamisasi politik yang sama maka dapat diposisikan bahwa posisi politik Eramas merupakan representasi dari Prabowo - Sandi. Sementara posisi politik Djoss merupakan representasi dari Jokowi- Ma'aruf Amin," katanya. Sebagaimana diketahui bahwa hasil Pilgubsu adalah Eramas memperoleh dukungan suara sejumlah 57,58 persen suara dan Djoss hanya 42,42 persen suara.

 Hasil Pilgubsu tersebut ditambahkannya akan mengalami pergeseran yang cukup signifikan saat pemilihan presiden pada 17 April nanti. Dimana Paslon Jokowi - KH Ma'aruf Amin akan lebih diuntungkan karena, Parpol pengusung yang sebelumnya ada di Eramas beralih mengusung Jokowi- Ma'aruf seperti Golkar, Nasdem,PKB dan Hanura.

" Keberadaan KH Ma'aruf Amin sebagai Cawapresnya Jokowi dipastikan akan menarik suara warga Nahdliyin di Sumatera Utara yang pada Pilgubsu lalu menjatuhkan pilihannya pada Eramas sebanyak 15 persen dari total suara Eramas," akunya.

Ada 3 faktor penyebabnya lanjut dikatakannya yakni Ma'aruf Amin merupakan ulama Nahdliyin, yang kedua tokoh sentral Nahdliyin Sumut, Drs H Afifuddin Lubis pada Pilgubsu lalu menjadi tim inti pemenangan Eramas yang membawa seluruh warga Nahdliyin memilih Eramas. Sedangkan penyebab yang ketiga adanya dukungan PKB yang merupakan partainya kaum Nahdliyin.

" Jadi, pindahnya 15 persen suara warga Nahdliyin dari Eramas ke Jokowi - Ma'aruf Amin pada Pilpres akan datang menjadi keyakinan Korwil Rumah KMA Sumut bahwa pasangan ini akan menang di Sumut," pungkasnya.(ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini