PUSAKO FH UIR Minta Kapolri Segera Selesaikan Kasus Novel

/

/ Kamis, 01 November 2018 / 14.11 WIB
Ketua Pusat Studi Anti Korupsi (PUSAKO) Fakultas Hukum Universitas Islam Riau, DR. M. Nurul Huda. 

dailysatu.com
-Kasus yang menimpa salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan tampaknya masih jalan ditempat. Sejak kejadian hingga hari ini, tepat sudah 500 hari. Namun hingga kini pihak Kepolisian Republk Indonesia belum juga menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Hal ini memancing reaksi dari banyak kalangan masyarakat. Khususnya para aktivis penggiat anti korupsi.

Salah satunya, Ketua Pusat Studi Anti Korupsi (PUSAKO) Fakultas Hukum Universitas Islam Riau, DR. M. Nurul Huda.

Dalam releasenya yang diterima dailysatu.com, Kamis 1 November 2018, Ketua PUSAKO meminta kepada Kepolisian RI untuk segera mencari dan menemukan pelaku yang membuat mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Novel Baswedan menjadi cacat.

"Polisi harus segera temukan pelaku yang mengakibatkan Novel cacat. Karena pelaku sudah merusak semangat kawan-kawan aktivis anti korupsi yang sedang berjuag memerangi korupsi di negeri tercinta kita ini," ucapnya.

Dia juga menilai, ini merupakan pekerjaan rumah Kapolri agar segera mengungkap pelaku dan dalang kejadian ini. Jangan sampai ini menjadi catatan buruk untuk Kapolri. Dia juga berharap, Presiden Joko Widodo untuk ambil peranan desak Kapolri menyelesaikan masalah ini.

"Pak Presiden juga diharapkan bisa mendesak Kapolri untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jangan bertele-tele lagi. Sudah 500 hari, belum juga selesai." ungkapnya

PUSAKO FH UIR menilai 500 hari sudah cukup lama. Sampai kapan rakyat mendapatkan kepastian pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan ditangkap.(ds/za/ril)
Komentar Anda

Berita Terkini