Pemilu 2019 Lebih Rumit

/

/ Selasa, 27 November 2018 / 09.35 WIB

dailysatu.com-Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), Calon Anggota DPR, DPRD provinsi/kabupaten/kota dan Calon DPD (Pileg) tahun 2019 menjadi Pemilu serentak pertama. Pemilih akan menerima dan mencoblos lima surat suara di hari pemungutan suara 17 April 2019. Pemilu serentak Pilpres dan PIleg pertama ini diyakini akan lebih rumit dari pemilu-pemilu sebelumnya.

“Karena akan ada lima pilihan, saya pikir akan banyak orang bingung, terutama orang orang tua kita,” kata Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dalam rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi A DPRD Medan, Senin (26/11)

Dalam RDP yang dihadiri Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Medan juga dipertanyakan mengenai kesiapan KPU mengatasi persoalan penyebaran pemberitahuan memilih (fomr C6). Selama ini, banyak C6 yang tidak disitribusikan menjelang hari pemungutan suara.

Henry Jhon menanyakan upaya penyelenggara mengantisipasi persoalan C6 yang sering tak dampai ke pemilih. Bahkan, terindikasi ada unsur kesengajaan C6 ini tidak dibagikan kepada pemilih. ”Ini takkan terjadi kalau penyelenggara tidak memihak,” katanya.

Selain itu, Komisi A DPRD Medan yang diketuai Sabar Syamsurya Sitepu dan dihadiri Anggota Komisi lainnya,M Nasir, Andi Lumban Gaol juga dipertanyakan mengenai daftar pemilih tetap (DPT). Dalam forum para legislator Medan menanyakan hak-hak memilih bagi pemilih yang belum terdaftar, pemilih dalam Lapas dan Rutan dan hak hak memilih jika belum terdaftar namun sudah punya KTP elektronik/surat keterangan.

Sabar Syamsurya mempertanyakan rencana KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih Pemilu 2019. “Bagaimana sosialisasi agar partisipasi pemilih naik, malu kita menjadi sorotan nasional, karena partisipasi rendah. Apa yang bisa kita lakukan sama-sama agar Pemilu nanti berjalan baik,” katanya.

Ketua KPU Medan Agussyah Damanik mengatakan, Pemilu dengan lima surat suara akan lebih rumit. “Memang kami akui Pemilu ini sebagai even Pemilu yang rumit. Tapi kami berusaha maksimal, profesional  menuntaskan Pemilu serentak pertama ini,” kata Agussyah.

Disebutkannya, sesuai aturan penghitungan suara dilaksanakan di hari yang sama dengan pemungutan suara. Dengan jumlah pemilih paling banyak 300 pemilih/TPS diperkirakan perhitungan suara bisa sampai tengah malam. Keterlambatan juga bisa dikarenakan pengetahuaan Anggota KPPS.

“Kalau tidak banyak dinamika, atau pertentangan dari peserta dan Pengawas Pemilu,” mudah mudahan bisa tercapai,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan seleksi KPPS semaksimal mungkin. Mengedepankan KPPS yang memahami teknologi. “Kami juga berencana akan melakukan bimbingan teknis bersama dengan jajaran Bawaslu,” katanya.

Terkait C6 tidak terdistribusikan pada pemilu sebelumnya dikarenakan beberapa faktor. Pertama, pemilih sudah tidak ada, kedua petugas tidak berhasil menemui pemilih dan yang ketiga karena memang tidak disampaikan oleh petugas.

“Kalau memang sengaja (tidak didistribusikan) memang menjadi masalah,” katanya.

Agus mengatakan, dengan pendataan pemilih yang ‘ketat’ diyakini akan mengurangi persoalan tidak tersebarnya C6. “Mungkin, kami tidak bisa menjamin 100%, akan tetapi kami akan berupaya lebih baik,” katanya. (ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini