Ketua Ranting PP Desa Amplas Dijebloskan Ke Penjara, Ini Penyebabnya

/

/ Selasa, 27 November 2018 / 13.42 WIB

dailysatu.com-Gara-gara melakukan penganiayaan secara bersama-sama, Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Desa Amplas, Erdianto alias Penot, 40, ditangkap Tim Pegasus Polsek Percut Seituan, Kamis (22/11/2018) kemarin, ketika sedang  berada di Mako Polsek Percut Seituan yang terletak di Jalan Letda Sujono Medan.


Selanjutnya tersangka yang tinggal di Jalan Dusun 1 Tambak Rejo Desa Amplas Kecamatan Percut Seituan ini kemudian dimintai keterangannya yang selanjutnya dijebloskan ke penjara.


Kasus penganiayaan yang berujung dengan dijebloskannya Penot ke dalam terali besi ini menurut Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri berdasarkan aduan dari Fani Eva Mawilda,37,warga Dusun VIII Jalan Saudara Rambungan 1 Gang Mawar Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Seituan.


Dalam laporannya itu, korban mengaku ketika itu, Kamis ( 22/11/2018) sekira pukul 11.30 WIB, ia telah didatangi oleh beberapa orang diantaranya  Erdianto alias Penot serta seorang perempuan bernama Oryza Sativa yang ingin mengecat rumah milik korban yang berada di Jalan Rujak Simpang Jodoh Pasar VII sebelum rel Kereta Api Kecamatan Percut Seituan tersebut dengan cat warna organisasi Pemuda Pancasila (PP), sambil  mengatakan bahwa rumah tersebut adalah kantor PP. " Tak terima rumahnya mau dicat lalu korban pun melarang agar rumah miliknya jangan dicat. Akan tetapi larangan itu ternyata telah membuat pelaku marah," ujar Kompol Faidil kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).


Merasa niatnya dihalangi oknum ketua ranting Ormas ini kemudian memerintahkan agar korban mau meninggalkan rumah tersebut.


Dikarenakan permintaannya tidak dituruti pelaku pun dengan kasarnya menyeret tubuh ibu rumah tangga ( IRT) ini hingga mengalami luka gores. Selanjutnya korban pun membuat pengaduan ke Polsek Percut Seituan. " Dari hasil penyelidikan diketahui kalau perempuan yang ikut melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Oryza Sativa,27, warga Jalan Trimurti Dusun 5 Senggon Desa Bandar Klipah Kecamatan Percut Seituan, selanjutnya terhadap pelaku juga kita lakukan penangkapan," terang Faidil.


Ketika disingung motif penganiayaan itu, Kompol Faidil mengaku hanya ditenggarai soal perebutan Pos PP Ranting Bandar Klippa yang diklaim rumah tersebut adalah milik korban. Akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 170 Jo 351 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini