Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Pinem

/

/ Senin, 26 November 2018 / 18.56 WIB

dailysatu.com-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Asahan meminta majelis hakim Pengadilan Kisaran,untuk melanjutkan proses persidangan kasus penistaan agama yang dilakukan oknum polisi Separio Syaputra Pinem. Mereka meminta majelis hakim menolak seluruh eksepsi terdakwa penista agama islam tersebut.

Dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri, Khairur Rahman Nasution, dan Essahendra, menilai eksepsi pengacara Separio Syahputra Pinem dalam sidang pembacaan eksepsi pekan lalu yang menyebut dakwaan berlapis yang didakwakan JPU  dinilai tidak cermat adalah sangat tidak mendasar.

"Dakwaan yang kami sampaikan sudah lengkap, cermat, tepat berdasarkan fakta dan bukti hasil penyelidikan dan penyiidkan,"Tegas Khairur Rahman, dalam nota eksepsi jawaban JPU di Pengadilan Negeri Kisaran, Senin (26/11) sekira pukul 12:45 WIB


JPU menjelaskan, pasal berlapis yang didakwakan kepada oknum polisi dari satuan Sabhara Polres Asahan itu karena terdakwa terbukti  telah melakukan tindak pidana penistaan agama, menghina nabi besar Muhammad SAW dengan kata-kata kotor melalui acount facebooknya.


Dalam hasil pemeriksaan, Separio Syaputra Pinem juga telah mengakui kesalahannya, dan membuat pernyataan permintaan maaf di dalam account Facebooknya. Sebab itu, menurut kedua JPU ini pasal berlapis yang didakwakan kepada terdakwa yakni pasal 28 ayat (2) jo Pasal   45A ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang undang nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 16 jo pasal 4 huruf B angka (1) Undang Undang nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi dan Etnis adalah sudah tepat.


Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Elpian, JPU membeberkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan RS Bhayangkara menunjukkan bahwa terdakwa tidak mengalami gangguan jiwa. Sebab itu, JPU kembali menegaskan, tidak ada alasan untuk bagi majelis hakim menerima eksepsi pengacara terdakwa.


"Kami sangat mengapreasiasi atas masuk Islamnya terdakwa, tapi kami meminta kepada terdakwa untuk tekun mempelajari Agama Islam dan tidak mempermainkan agama," ujar Khairur Rahman.


Sementara itu diluar persidangan, puluhan warga muslim ikut menyaksikan persidangan. Mereka terdiri dari berbagai elemen diantaranya masa dari ormas islam dan komunitas Masyarakat Tanpa Riba. Dengan berpakaian seragam ormas masing-masing mereka mengikuti sidang kasus yang menyedit perhatian warga Asahan itu hingga selesai.


"Kami hadir kemari untuk mengawal perjalanan kasus ini, " ujar Amin, salah seorang anggota massa dari sebuah ormas Islam, Masyarakat Tanpa Riba.(ds/Hendri)

Komentar Anda

Berita Terkini