Gencarnya Pembongkaran Reklame, Pengusaha Periklanan Ngaku Tak Bisa Tidur

/

/ Selasa, 06 November 2018 / 16.46 WIB
Teks ; Ketua P3I Sumut, Hasan Pulungan dan Pemilik Hans Advertising, Johan Sipahutar di Balai Kota Medan, Selasa (6/11/2018).



dailysatu.com-Persatuan Perusahaan Periklanan (P3I) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengaku resah dengan adanya penertiban reklame yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Bahkan, tidak sedikit pengusaha yang tidak bisa tidur setiap malamnya karena adanya pembongkaran reklame.

"Pembongkaran ini sama dengan membuat pengusaha merugi, tidak sedikit pengusaha yang sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Saya sendiri sudah ada dua anggota yang terpaksa diberhentikan," kata Ketua P3I Sumut, Hasan Pulungan bersama 17 pengusaha reklame lainnya di Balai Kota Medan, Selasa (6/11/2018).

Hasan menjelaskan kedatangan P3I ke Balai Kota untuk memenuhi undangan Sekretaris Daerah Kota Medan untuk membahas teknis perizinan reklame. Sayangnya, rapat tersebut dibatalkan sepihak oleh Pemko Medan.

Pembongkaran reklame yang gencar dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir diakuinya membuat para pengusaha merugi besar.

Ia mengatakan butuh investasi Rp150 -200 juta untuk setiap pendirian reklame/bilboard berukuran 5x10 meter, itupun tergantung jenis kontruksinya.

"Rata-rata Rp200 juta saja pertitik untuk investasi. Sejauh ini sudah ada 200 titik bilboard berukuran 5x10 meter yang ditumbangkan. Coba bayangkan sudah puluhan miliar pengusaha rugi, ini terjadi karena apa, karena ada pembiaran dari Pemko Medan," timpal Johan Sipahutar, pemilik Hans Advertising.

Kata dia, sejak 2014 pengusaha tidak lagi diberikan izin dan tidak bisa membayar pajak. Alhasil, banyak kontrak kerjasama dengan pihak ketiga terpaksa dibatalkan.(ds/romisyah)




Komentar Anda

Berita Terkini