Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai RAB, Proyek Drainase Dikerjakan 'Asal Jadi'

/

/ Kamis, 29 November 2018 / 13.56 WIB

dailysatu.com-Proyek pekerjaan drainase jalan mantap dari dusun 1 menuju dusun III/IV Desa Bunut Seberang,Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan diduga dikerjakan 'asal jadi' dan sarat korupsi.

Pasalnya, proyek drainase yang bersumber dari dana BKP provinsi Sumut sebesar Rp.775.000.000 yang dikerjakan oleh CV.MP itu, disinyalir kuat sangat cacat kondisi mutu dan fisiknya saat dikerjakan.

Pantauan dailysatu.com, selama sepekan dilapangan melihat, kondisi proyek drainase yang ditenderkan oleh dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Asahan itu, terlihat masih dikerjakan oleh kontraktor.

Akan tetapi, pekerjaan proyek drainase itu dikerjakan disinyalir kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang tenderkan oleh dinas.

Dimana kondisi susunan batu padas yang dikerjakan terlihat disusun dengan tidak rata,agar tidak makan banyak batu cadas biar terlihat tinggi. Begitu juga dengan semennya yang kebanyakan pasir dari pada semennya. Diduga campuran semennya 1 sak banding 6 angkong pasir.

Dengan adanya proyek yang diduga dikerjakan asal jadi tersebut,mendapat sorotoan dan kritikan keras dari Ketua Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Para Koruptor (Permata KPK) Sholahuddin Marpaung SH.

Menurutnya, Kepala Dinas PUPR,PPK,PPTK,dan pengawas lapangan serta team VHO. Harus selektif dan teliti ketika menerima Berita Acara (BA) penyerahan proyek yang dikerjakan oleh rekanan tersebut.

Sebab, kata Sholahuddin Marpaung, melihat kondisi proyek yang dikerjakan oleh pemborong tersebut asal jadi dan disinyalir di korupsi. Kami sangsi proyek drainase itu tidak akan lama bertahan.

Apalagi,sambungnya, kondisi fisik drainase yang dikerjakan itu bisa saja ketika hujan lebat akan hancur tumbang semua saluran drainase yang dikerjakan itu.

"Kalau melihat dari kondisi pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh rekanan itu. Saya prediksikan proyek itu bakal cepat amruk dan hancur. Sebab, sebelum siap saja rekanan sudah melakukan kecurangan dengan mengurangi volume anggaran yang dibuat oleh dinas,"ujar Sholahuddin Marpaung pada dailysatu.com, Kamis (29/11) sekira pukul 14:20 WIB di Kisaran.


Terpisah,Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR Asahan,Rudi ketika dikonfirmasi daily satu melaui saluran selulernya Kamis, 29 November 2018 sekira pukul 13:03 WIB,mengatakan nanti akan menghubungi rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

"Nanti saya akan menghubungi rekanannya ya dek. Dan akan saya tanyakan langsung kepada pemborong yang ngerjakan proyek itu,"ujarnya singkat dari seberang telponnya.(ds/Hendri)

Komentar Anda

Berita Terkini