Takaran Ideal Konsumsi Serat Harian Anak

/

/ Minggu, 30 September 2018 / 12.44 WIB

dailysatu.com-Tahukah Anda, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, setidaknya 9 dari 10 anak berusia di bawah 10 tahun di Indonesia, kurang serat. Hal ini akibat mereka tidak mendapatkan cukup asupan sayur dan buah sesuai anjuran. Padahal, konsumsi serat harian anak sangat penting untuk mendukung pertumbuhannya.

Meski terkesan sepele, serat merupakan hal yang penting bagi kesehatan anak. Studi membuktikan bahwa anak yang kurang asupan serat lebih mudah mengalami sembelit dan obesitas. Selain itu, jika kekurangan serat terjadi berkepanjangan hingga dewasa, anak lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi, serta kanker usus besar dan kanker tenggorokan.

Kebutuhan serat harian anak

Demi memenuhi kebutuhan serat bagi si Kecil, Anda perlu mengetahui berapa banyak serat yang dibutuhkan anak setiap harinya. Ada berbagai rekomendasi jumlah serat untuk anak, namun yang paling mudah untuk diingat adalah rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP).

Dianjurkan oleh AAP bahwa setidaknya setiap hari anak mengonsumsi serat sebesar usia anak ditambah 5 gram. Jadi misalnya anak Anda berusia 5 tahun, maka kebutuhan serat minimalnya adalah sebesar (5+5) gram, yaitu 10 gram.

Atau jika anak Anda berusia 7 tahun, maka kebutuhan serat minimalnya adalah sebesar (7+5) gram, yaitu 12 gram. Agar kebutuhan serat tersebut dapat terpenuhi, berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang mengandung serat yang cukup tinggi:

50 gram oat yang mengandung 7,5 gram serat100 gram nasi merah yang mengandung 3,5 gram serat1 buah pir ukuran sedang yang mengandung 5,5 gram serat1 buah apel ukuran sedang yang mengandung 4,5 gram serat1 buah pisang ukuran sedang yang mengandung 3,5 gram serat1 buah wortel rebus ukuran sedang yang mengandung 5 gram serat1 buah jagung rebus yang mengandung 3,5 gram serat1 buah kentang panggang atau rebus ukuran kecil (dengan kulitnya) yang mengandung 3 gram serat100 gram bayam mentah yang mengandung 2 gram serat

Selain itu, agar serat tidak menjadi rusak dalam proses pengolahan makanan, sebaiknya berikan dalam bentuk buah seperti pir atau apel. Kedua jenis buah ini tidak perlu dikupas karena kandungan serat pada kulitnya sangat tinggi. Atau jika serat diberikan dalam bentuk sayur yang perlu dimasak, usahakan untuk memasaknya dalam waktu sebentar saja.

Tips menyajikan sayur dan buah untuk si Kecil

Meski Anda telah mengerti kebutuhan serat untuk anak, sering kali yang menjadi tantangan berikutnya adalah anak tidak menyukai sayur dan buah. Jika anak Anda juga mengalaminya, ada beberapa usaha yang dapat Anda lakukan untuk membiasakan anak mengkonsumsi sayur dan buah, yaitu:

Sediakan beberapa alternatif sumber serat dalam sekali makan

Saat menyiapkan makanan, siapkan beberapa jenis makanan yang mengandung serat. Biarkan si Kecil memilih makanan mana yang ingin dicobanya. Misalnya untuk camilannya, Anda dapat menyajikan pisang dan apel. Atau saat makan siang, Anda bisa menyediakan jagung dan kentang.

Variasi makanan

Anda bisa membuat puding, sate buah-buahan, atau salad buah untuk memotivasi si Kecil mengonsumsi buah. Anda juga dapat membuat makanan dalam bentuk bento yang lucu untuk membuatnya penasaran mencoba makanan tersebut.

Ajak anak untuk mempersiapkan makanan

Studi membuktikan bahwa anak yang terlibat dalam proses pembuatan makanan lebih menyukai makanan tersebut dan akan menyantap makanannya dalam jumlah lebih banyak. Ide ini dapat Anda praktikkan bersama anak berusia 5 tahun ke atas.

Makan bersama-sama dengan anak

Anak belajar banyak dari hal yang dilakukan orang tua. Termasuk dalam mengonsumsi serat, orang tua harus memberi contoh yang baik. Tunjukkan bahwa Anda antusias dalam makan sayur dan buah, sehingga anak Anda akan mengikutinya.

Asupan serat harian bagi anak sangat penting untuk mendukung pertumbuhannya. Sedapat mungkin pilihlah sumber serat yang variatif sehingga si Kecil tidak merasa bosan. Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak untuk berpartisipasi dalam makanan untuknya. Dengan cara-cara tersebut, diharapkan kebutuhan serat bagi si Kecil bisa terpenuhi.(ds/min)


Sumber : klikdokter.com

Komentar Anda

Berita Terkini