Sungai Selayang Dinormalisasi

/

/ Selasa, 07 Agustus 2018 / 18.51 WIB

dailysatu.com -Pengorekan Sungai  Selayang  terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Kota Medan, Senin (6/8). 

Sebab, Sungai Selayang yang merupakan aliran dari Sungai  Sikambing mengalami pendangkalan dan penyempitan. Kondisi itulah yang membuat Sungai Sikambing mengalami back water pada saat hujan deras turun sehingga meluap dan menggenangi jalan maupun rumah warga.

Dalam dua bulan belakangan ini, sudah dua kali Sungai Sikambing meluap menyusul cuaca ekstrim menerpa Kota Medan.

Guna memaksimalkan pengorekan dan memberikan dampak positif dalam meminimalisir banjir, Dinas PU terus melakukan pengerukan di Jalan Sei Belutu, ada tiga lokasi pengerukan yang dilakukan. Selain itu pengerukan juga dilakukan di Jalan Sei Asahan dan Jalan Pertambangan, sebab alur Sungai yang melintasi kedua kawasan itu juga mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga berimbas dengan banjir yang terjadi di kawasan Ring Road, Jalan Gatot Subroto/Kapten Muslim serta Jalan Dr Mansyur.

Di samping mengerahkan 200 pekerja yang berasal dari 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan juga menurunkan sejumlah alat berat seperti excavator mini, skidloader, excavator long arm serta 15 truk yang dingunakan untuk mengangkut seluruh lumpur yang menyebabkan pendangkalan.

“Saya ingin hasil pengorekan yang dilakukan maksimal,” kata Syahnan.

Selain tiga titik di Jalan Sei Belutu, Syahnan didampingi Plt Kabid Drainase Dinas PU Edi Zalman pun mengungkapkan, pengorekan juga dilakukan di alur Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Asahan dan Jalan Pertambangan. Meski kondisi medan cukup sulit namun tidak menjadi halangan bagi petugas Dinas PU melakukan normalisasi. Para pekerja bahu membahu mengatasi penyempitan dan pendangkalan yang terjadi di sejumlah titik.

“Alhamdulillah normalisasi yang kita lakukan di Sungai Selayang berjalan dengan lancar. Kendala yang dihadapi hanya di bawah jembatan Jalan Sei Belutu, sebab alat berat kita tidak bisa menjangkau lumpur dan sampah yang  mengendap di bawah jembatan. Itu sebabnya pengorekan dilakukan manual. Walaupun manual namun hasilnya cukup baik, sampah dan lumpur berhasil kita bersihkan,” jelas Syahnan.(ds/LM)

Komentar Anda

Berita Terkini