Pemko Medan Ajukan Ranperda Reklame

/

/ Senin, 13 Agustus 2018 / 19.21 WIB

dailysatu.com- Pemerintah Kota (Pemko) Medan akhirnya mengajukan juga rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Reklame ke DPRD.

Sebelumnya, terjadi polemik yang panjang antara Pemko dengan DPRD tentang ketidakmampuan Pemko menertibkan banyaknya reklame yang berdiri tidak memiliki izin.

Penyampaian nota pengantar Ranperda tentang Penyelenggaraan Reklame disampaikan Wali Kota Dzulmi Eldin, pada rapat paripurna DPRD, Senin (13/8). Rapat itu dipimpin Ketua DPRD Henry Jhon Hutagalung.

Dzulmi Eldin, menyebutkan Pemko memandang perlu untuk membuat Perda tentang Penyelenggaraan Reklame, karena banyaknya permasalahan yang terjadi di lapangan. Sementara dengan pelanggaran itu tidak membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, dan tidak terjaganya keindahan estetika kota.

Disadari, kata Dzulmi Eldin, ke depan Kota Medan sebagai salah satu kota metropolitan akan terus mengalami perkembangan. Salah satunya adalah dalam bidang perdagangan, yang menghasilkan produk-produk, baik berupa barang maupun jasa. Karena itu  maka diperlukan media untuk memperkenalkan produk-produk itu kepada konsumen. Salah satu media yang dipergunakan adalah reklame.

Kata Eldin, terjadinya peningkatan jumlah dan jenis reklame yang dipasang,  menyebabkan banyak perubahan terhadap struktur maupun bentuk kota. Namun di sisi lain, reklame juga memberikan pemasukan dari Pemko, melalui pajak rekame, sebagai bagian dari PAD.

Disebutkan Eldin, bahwa reklame memiliki potensi yang cukup besar sebagai penyumbang PAD. Namun dengan banyaknya reklame yang dipasang, maka berbanding lurus dengan ancaman terhadap keindahan, tata kota dan keamanan relame itu sendiri.

Adapun permasalahan yang muncul di lapangan tentang reklame ini, menurut Eldin, pada umumnya disebabkan oleh terjadinya kontradiksi antara kepentingan penempatan papan reklame pada lokasi yang strategis dengan kepentingan kualitas wajah jalan.

Disebutkan Eldin, persimpangan jalan, merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penempatan reklame, karena memudahkan konsumen untuk memandang papan reklame dari berbagai sisi dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun dengan adanya penempatan reklame di persimpangan jalan, justru dapat menjadi ancaman terhadap keindahan estetika kota.

Kemudian, masalah lain yang dihadapi Pemko selama ini adalah banyaknya reklame liar atau tidak memiliki izin. Kata Eldin, hal ini menyebabkan kerugian yang cukup signifikan terhadap PAD. Disamping itu juga mengancam atau merusak keindahan estetika kota.

Oleh banyaknya permasalah dalam penyelenggaraan reklame, kata Eldin, diperlukan suatu Perda. Diharapkan dengan adanya Perda tersebut dapat tercipta suatu bentuk keseimbangan antara peningkatan PAD dan terjaganya keindahan estetika kota.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini