Masyarakat Petani Asahan Tuntut pelepasan lahan HGU PTPN III Kebun Sei Dadap

/

/ Rabu, 08 Agustus 2018 / 18.18 WIB
Teks poto : Peserta Aksi menuntut Bupati Asahan untuk memberhentikan aktifitas PTPN lll Sei Dadap.

dailysatu.com-Puluhan Masyarakat Petani Asahan (Mapas) bersama dewan pimpinan daerah pembela kesatuan tanah air Indonesia bersatu (DPD PEKAT IB ) Kabupaten Asahan gelar unjuk rasa tuntut pemkab asahan agar segera memberhentikan PTPN lll yang mana aksi unjuk rasa terlaksana didepan Kantor Bupati Asahan Rabu (8/8/18).

Masyarakat menuntut agar Bupati Asahan segera memberhentikan aktivitas PTP Nusantara lll yang berada di desa Sei Alim Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan menurutnya aktifitas PTPN lll Sei Dadap telah melawan hukum karena tidak lagi mendapatkan ijin pengelolaan ijin dari Kementrian Agraria.

"PTPN lll telah beroperasi puluhan tahun, kami meminta Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang agar segera lakukan penerbitan keputusan penolakan permohonan perpanjangan HGU atas tanah Masyarakat seluas 40 Ha yang sejak tahun lalu sudah di Enclave dari perpanjangan HGU"kata M Syihabuddin Ketua Pekat IB Asahan dalam orasinya.

Ia juga mengatakan bahwa mengatakan warga masyarakat sudah ada yang memiliki Surat Keterangan Atas Kepemilikan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Lurah pada tahun 1971 hingga tahun 1977, surat yang sudah ber SKT tersebut sudah dipegang olleh 20 warga masyarakat.

"Seharusnya pihak PTPN III Kebun Sei Dadap itu mempunyai 8 ijin HGU, sementara hingga saat ini ijin HGU PTPN III kebun Sei Dadap hanya memiliki 7 ijin HGU."cetusnya.

Dalam beberapa menit mengeluarkan aksi, sayangnya Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang tidak hadir diruang kerjanya."sementara ini Bupati serta Sekda dan opd pimpinan tidak ada diruang kerjanya karena sedang pergi menjalankan tugasnya"kata Azmi Kadis Perkim yang berdampingan dengan Kaban Kesbang Pol Kabupaten Asahan SM Siregar.

Mendengar pernyataan dari Pemkab Asahan tersebut peserta aksi tidak merasa puas dengan jawaban aspirasi tersebut ia mengatakan bahwa tetap menunggu kehadiran bupati asahan agar segera mengerjakan tuntutan kami.

"Kami juga gelar aksi nginap didepan kantor Bupati Asahan."pungkas M Syihabuddin.(ds/dicky saragi)
Komentar Anda

Berita Terkini