Hari Ini Pedagang Pasar Timah Direlokasi, PDI Perjuangan Siapkan 1000 Massa

/

/ Kamis, 09 Agustus 2018 / 11.03 WIB
Situasi di pasar timah

dailysatu.com-Setelah sempat batal sebelumnya pada pekan lalu, relokasi para pedagang di Pasar Timah oleh petugas Satpol Kota Medan  dilakukan kembali akan dilakukan hari ini, Kamis (9/8/2018).

Relokasi dilakukan untuk melanjutkan proyek revitalisasi bangunan pasar tersebut yang sempat tertunda hingga empat tahun belakangan.

Pantauan di lapangan, ratusan petugas Satpol PP telah berkumpul di depan Pasar Timah dengan didampingi personil kepolisian, TNI AD, Dinas Perhubungan hingga Dinas Kesehatan. Namun mereka belum melakukan penertiban lantaran masih menunggu arahan pimpinannya.

Sebab, para pedagang tetap bersikukuh pada pendiriannya menolak relokasi. Pasalnya, tempat relokasi yang disediakan tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Pedagang tetap menolak direlokasi karena tempat untuk menampung pedagang ilegal. Tempat relokasi dibangun di jalur hijau milik PT KAI," kata Asril, kuasa hukum pedagang.

Diutarakan dia, selain masalah tempat penampungan yang tak berizin pedagang juga telah melakukan gugatan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Kini, gugatannya sedang berproses di lembaga hukum tersebut.

"Jangan sedikit pun kita takut ketika berada di jalan yang benar. Kita sudah tegaskan menolak keras dan juga melakukan upaya hukum. Pedagang diharapkan tenang dan menunggu tidak melakukan tindakan apapun," ujar Asril.

Ia mengaku dirinya telah bernegosiasi untuk menunda relokasi kepada petugas Satpol PP. Namun petugas tidak bisa mengambil keputusan dan menunggu pimpinannya tiba (Sekretaris Satpol PP Rahmad Harahap).

"Kami harap Satpol PP membuka mata dan hati nuraninya untuk tidak melakukan relokasi," ucapnya.

Hingga kini, suasana masih berlangsung kondusif. Antara petugas dengan pedagang memilih menahan diri.

PDIP Siapkan 1000 Massa

Sebelumnya, Anggota Fraksi PDI P DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak  mengatakan, pihaknya tetap membela pedagang menolak revitalisasi.

Bahkan, Paul menyebutkan, jika Pemko tetap ngotot melakukan penggusuran maka kader PDIP akan menurunkan 1000 massa membantu pedagang menolak penggusuran.

"Jangan ada penggusuran sebelum ada keputusan Inkracht dari MA. Lagi pula lokasi penampungan sangat tidak layak karena kios terbuka sehingga tidak mungkin untuk penyimpanan barang. Kita harapkan ada kebijakan Walikota Medan. Sehingga pedagang  nyaman berjualan,"pungkasnya. (ds/romisyah)

Komentar Anda

Berita Terkini