GSI Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

/

/ Minggu, 12 Agustus 2018 / 15.50 WIB

dailysatu.com- Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) menghelat Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Sabtu 11 Agustus 2018.

Rakernas yang diikuti pengurus GSI di 34 provinsi itu menyepakati beberapa keputusan.

Salahsatu kesepakatan yakni  GSI di 34 provinsi siap memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

"GSI juga menegaskan dan mengajak masyarakat akan pentingnya kembali ke Pancasila dan UUD 1945 asli," kata Ketua Presidium GSI Nasional, Ratna Sarumpaet, Minggu (12/8/2018) di Jakarta.

Dalam Rakernas yang mendaulat Rocky Gerung sebagai pemateri itu juga memutuskan GSI di 34 Provinsi untuk melakukan konsolidasi dalam bentuk road show bersama presidium tingkat nasional dengan tokoh masyarakat di daerah masing-masing dalam rangka persiapan Kongres dan Sidang Rakyat dengan #SelamatkanIndonesia.

"GSI di 34 provinsi mendesak KPU  membersihkan puluhan juta data invalid dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) atau Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019," imbuh Ratna.

Ada lima lagi keputusan yang disepakati erakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi. Yakni  mendesak penyelenggara pemilu untuk melaksanakan pemilu 2019,  bersih dari politik uang.

Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi juga mendesak pemerintah  untuk segera mengangkat 164 korban jiwa KM Sinar Bangun yang tenggelam di dasar danau Toba pada 18 Juni 2018.

Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi mendesak pemerintah menetapkan status bencana lombok sebagai bencana Nasional.

Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi Mendesak Pemerintah segera menyelesaikan kasus-kasus besar yang menyangkut eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam Indonesia yang sudah di rampok oleh pihak asing dalam kasus Newmont, Freeport dan Blok Rokan.

Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di 34 Provinsi mendesak pemerintah untuk memulangkan semua Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal dan Unskill yang ada di tanah air agar lapangan kerja kembali ke tenaga kerja lokal.(ds/rel)
Komentar Anda

Berita Terkini