FK UMI membangun kemitraan pencegahan dan deteksi dini penyakit TB

/

/ Jumat, 03 Agustus 2018 / 15.42 WIB
Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kota Medan, IDI Sumatera utara, Koalisi Organisasi Profesi untuk Eliminasi TB ( KOPI TB), KNCV sebagai NGO khusus TB dibawah USAID melakukan kunjungan ke Universitas Methodist Indonesia (UMI), Kamis 2 Agustus 2018.


dailysatu.com- Guna menanggulangi penyakit Tuberculosis (TB) di Medan diperlukan kemitraan dan kerjasama antara pemerintah dengan sejumlah lintas sektor maupun lintas program dan masyarakat termasuk dengan melibatkan Perguruan Tinggi (PT).

Penyakit TB merupakan penyakit menular yang berdampak luas terhadap individu pasien, keluarga dan masyarakat. Untuk itu diperlukan komitmen pemerintah yang kuat untuk mengatasi penularan dan penyebaran penyakitnya.

Apalagi, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia untuk kasus terbesar Tuberculosis Paru (TB Paru). Sumatera Utara (Sumut) berada pada peringkat ke-4 se-Indonesia, dan Medan berada pada peringkat pertama di Sumatera Utara.

Hal tersebut dibahas saat Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kota Medan, IDI Sumatera utara, Koalisi Organisasi Profesi untuk Eliminasi TB ( KOPI TB), KNCV sebagai NGO khusus TB dibawah USAID melakukan kunjungan ke Universitas Methodist Indonesia (UMI), Kamis 2 Agustus 2018.

Kunjungan itu diterima oleh Rektor UMI Ir. Pantas Simanjuntak MM, didampingi Dekan FK UMI dr. Eka Samuel P. Hutasoit SpOG MM, Wakil Dekan 1 dr. Ester Sitorus MKed (PA) SpPA, Wakil Dekan II dr. Alexander P. Marpaung MKT , Wakil Dekan III dr. Harry Butarbutar SpB.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa untuk menanggulangi penyakit TB, Pemerintah Kota (Pemko) Medan sendiri sudah membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) dengan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) No. 85 tahun 2017 tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TB).

Dimana, dalam RAD tersebut melibatkan seluruh pengandil termasuk Perguruan Tinggi  (PT) sebagai Institusi yang memiliki posisi strategis dalam pencegahan dan deteksi dini TB , khususnya pada Mahasiswa dan masyarakat secara umum.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas komitmen bersama dalam pencegahan dan deteksi dini TB Paru.

Rektor UMI, Ir. Pantas Simanjuntak menyambut baik RAD tersebut, dan akan melaksanakan program lanjutan di UMI melalui FK UMI dengan membuat desa binaan bagi mahasiswa dan dosen agar dapat melakukan pengabdian pada masyarakat berbasis penelitian.

"Program-program strategis lain akan laksanakan UMI melalui FK UMI sebagai Fakultas yang membidangi Kedokteran, program tersebut antara lain dapat dilaksanakan di wahana pendidikan mahasiswa UMI khususnya FK UMI" katanya.

Senada, Dekan FK UMI, dr. Eka Samuel P. Hutasoit SpOG MM dalam pertemuan tersebut memberikan komitmen untuk kerja sama lebih luas dengan pihak-pihak terkait dalam pencegahan dan deteksi dini TB Paru sebagai bukti FK UMI berperan dalam program Nasional dan program Daerah.

Sementara, Ketua IDI Sumut dr. Edy Ardiansyah SpOG (K) yang juga terlibat didalam Koalisi Organisasi Profesi untuk Eliminasi TB (KOPI TB) menyampaikan bahwa Univeristas sebagai lembaga keilmuan berperan penting dalam program-program Nasional dan Rencana Aksi Daerah, khususnya dalam Kasus TB Paru para dokter alumni FK UMI memegang peranan langsung dalam praktek di masyarakat.

"Peran ini dapat didorong oleh Fakultas melalui ikatan Alumni agar mensukseskan program pencegahan dan deteksi dini TB Paru, " tandasnya.

Pertemuan diakhiri dengan rencana pertemuan dan program-program lanjutan dalam kesepahaman komitmen tentang pencegahan dan deteksi dini TB Paru.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini