Terkait Blanko SIM Kosong, ini kata DPRD Medan

/

/ Selasa, 31 Juli 2018 / 09.19 WIB

dailysatu.com- Kosongnya blanko SIM Satlantas Polrestabes Medan, Komisi A DPRD Medan menghimbau agar diajukan kembali ke Korlantas Mabes Polri. Dengan begitu, harapannya dapat segera didistribusikan.

"Kemungkinan dapat diajukan kembali supaya diingat kalau di Medan benar-benar butuh mendesak karena kosong. Apalagi, kekosongan katanya sudah sampai sebulan," ujar Ketua Komisi A DPRD Medan Andi Lumbangaol, Senin (30/7).

Diutarakannya, langkah yang dilakukan Satlantas Polrestabes Medan sudah tepat dengan memberi resi sebagai pengganti SIM kepada masyarakat yang melakukan pengurusan. Sebab, dengan begitu proses pelayanan tetap berjalan.

"Kalau ada resi sebagai pengganti SIM, tentu tidak jadi masalah karena pelayanan tetap jalan. Terkecuali, kalau tidak ada resi dan pelayanan dihentikan sementara maka menjadi masalah lantaran banyak masyarakat yang membutuhkan," kata Andi.

Ia menyebutkan, SIM sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena sebagai salah satu syarat kelengkapan berkendara di jalan raya. Jika tidak ada SIM, maka pengendara telah melanggar aturan lalu lintas. "Masyarakat diharapkan bersabar, semoga dalam waktu dekat blanko SIM cepat tersedia," ucapnya.

Disinggung soal adanya keluhan masyarakat mengenai resi pengganti SIM khawatir mudah rusak, Andi menuturkan hal itu kembali lagi kepada masyarakatnya. Apabila dijaga dengan sebaik-baiknya, tentu tidak akan rusak. "Makanya dijaga dengan baik resi itu, jangan kena air apalagi hilang," tukasnya.

Sementara, Anggota Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu enggan berkomentar soal kekosongan blanko SIM Satlantas Polrestabes Medan. Kata dia, persoalan itu kewenangan pusat.

 "Kurang pas kalau kami yang bicara, cocoknya dari Komisi III DPR RI karena langsung berkaitan," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pemohon SIM hanya menerima resi sebagai pengganti SIM di Satlantas Polrestabes Medan. Hal ini terjadi lantaran blangko sebagai material untuk pencetakan pencetakan SIM sedang kosong di sana. Kekosongan sudah berlangsung sebulan.

Amatan wartawan Satlantas Medan, banyak pemohon yang harus rela menerima resi sebagai pengganti SIM ada pula yang lebih memilih sampai blangko sudah benar-benar ada. Alasannya klasik saja, sebagian yang memilih blangko datang beralasan repot bila harus membawa-bawa resi, sementara yang menerima beralasan takut bila nantinya ditilang karena tidak memiliki SIM.

Salah seorang pemohon SIM C, Erlangga, mengatakan dia lebih memilih sampai blangko sudah tersedia. Alasannya, resi sebagai pengganti SIM mudah rusak bila terkena hujan dan repot bila mana disimpan di bawah jok sepedamotor.

“Iya tadi kata petugasnya pakai resi karena blangko kosong. Memang bisa pakai resi, tapi repot bawa-bawa resi, kalau SIM kan bisa gampang dibawa, letak didompet saja sudah aman gak akan ketinggalan,” ungkap pria yang berdomisili di kawasan Simpang Selayang ini.

Sementara itu, pemohon SIM lainnya, Dedi, menyebut mau tidak mau menerima resi sebagai pengganti SIM sementara. Dia mengatakan, tidak bisa menolak karena memerlukan resi itu sebagai salahsatu dokumen yang diperlukan untuk melamar pekerjaan.

“Ya mau tidak mau lah, bang. Kata petugasnya nanti dikabari kalau blangko SIM sudah ada kita disuruh datang lagi untuk ambil SIM nya. Untuk sementara resi ini sebagai pengganti SIM. Karena saya perlu secepatnya, ya sudahlah,” ungkap pria berusia 20 tahun ini.

Saat ditanya sudah berapa lama blangko kosong, dia mendengar info sudah hampir dua pekan. Dari informasi yang dia dengar karena banyaknya orang mengurus SIM. “Katanya sejak dua minggu lalu blangko kosong. Ada yang bilang banyak yang mengurus SIM makanya habis. Tapi kan harusnya distok, lah. Tapi gak tahu juga saya kenapa, ya,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Muhammad Saleh menyatakan kekosongan blangko ini sebenarnya sudah berlangsung selama sebulan. Hal itu terjadi karena distribusi blangko dari pusat belum sampai ke Medan. “Sudah sebulan kosong. Kiriman blangko dari Mabes (pusat) kosong,” sebutnya.

Diketahui ini kali keduanya blangko SIM kosong di Satlantas Medan. Sebelumnya, tahun lalu di pertengahan 2017 kasus serupa juga terjadi. Alasannya kekosongan blangko serupa dengan yang terjadi saat ini menunggu kiriman material dari Mabes Polri.

Kepada masyarakat dia mengimbau meski blangko kosong, proses permohonan SIM tetap berlanjut. Bagi pemohon yang hendak mengurus SIM akan diberikan resi pengganti sementara SIM. “Kita berikan resi bagi masyarakat yang memohon. Lagi pula resi itu sama derajatnya seperti SIM. Bagi yang belum memiliki urus saja sekarang, kan nanti kalau sudah ada blangko tinggal ambil,” pungkasnya.(ds/romisyah)

Komentar Anda

Berita Terkini