Merasa Difitnah, Dedek Adukan Pengusaha Mebel Ke Polrestabes Medan

/

/ Senin, 30 Juli 2018 / 17.32 WIB
Abdul Rahman alias Dedek (kiri) didampingi temannya memperlihatkan kuitansi tanda penitipan sepedamotor dari Ahmad Sofian di Polrestabes Medan

dailysatu.com
-Mengaku difitnah lewat media massa, Abdul Rahman alias Dedek ,37, warga Jalan Menteng II, Kel Binjai, Kecamatan Medan Denai melaporkan seorang pengusaha meubel ke Polrestabes Medan, Senin (30/7/2018).

Kepada sejumlah wartawan di Polrestabes Medan, Dedek menuturkan, awalnya, dirinya hendak membangun rumah orangtuanya dan memesan kayu, papan  serta kusen kepada pengusaha meubel bernama Ahmad Sofian, warga Jalan Eka Jaya II, Kelurahan Pangkalan Manshur, Kecamatan Medan Johor.

Pada Maret 2018, Dedek memberikan uang Rp 10 juta untuk memesan kayu dan kusen. Selanjutnya, pada Mei 2018, Dedek mengirimkan uang Rp 10 juta via ke rekening Ahmad Sofian.

"Kayu-kayu yang diantarkan oleh Ahmad Sofian ternyata tidak sesuai dengan pesanan," ujar Dedek.

Selain itu, tambah Dedek, kayu damar yang diantarkan ke rumahnya ternyata juga tidak sesuai dengan pesanan semula. "Yang saya pesan adalah kayu damar Aceh dan bukan damar Pekanbaru sehinggga saya mengembalikan damar Aceh itu dan meminta uang saya dikembalikan saja," jelas Dedek.

Dijelaskan Dedek, saat Ahmad Sofian datang ke rumahnya, dirinya meminta agar Ahmad Sofian mengembalikan uang namun Ahmad Sofian malah menyerahkan sepedamotornya sebagai jaminan dan disertai dengan kuitansi penitipan sepedamotor.

"Penyerahan sepedamotor tersebut dilakukan sendiri oleh Ahmad Sofian yang disaksikan oleh keluarga Dedek dan seorang teman Ahmaf Sofian," sebut Dedek.

Ironisnya, tambah Dedek, 2 jam kemudian, dirinya malah dilaporkan oleh Ahmad Sofian ke Polsek Medan Area dengan tuduhan telah melakukan penyekapan, perampasan dan penganiayaan.

"Padahal, malam itu Ahmad Sofian datang bersama seorang temannya ke rumah saya. Saya minta uang saya dikembalikan, namun Ahmad Sofian malah menyerahkan sepedamotornya sebagai jaminan dan dilampirkan kuitansi tanda terima titipan sepedamotor," tutur Dedek seraya menambahkan, saat Ahmad Sofian dan temannya datang disambut dengan kekeluargaan dan disuguhkan kopi panas.

Namun, tambah Dedek, dirinya malah dituduh telah menyiramkan kopi panas ke tubuh korban.

"Semua tudingan tersebut tidak benar dan saya merasa difitnah, saya tidak merasa menganiaya, menyekap apalagi menyiramkan kopi panas ke tubuh Ahmad Sofian sehingga nama baik saya tercemar dan melaporkan AS ke Polrestabes Medan," sebut Dedek. (ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini