Kerap Memalak Supir Truk, Tim Pegasus Polsek Kutalimbaru Tembak Betis Residivis

/

/ Senin, 30 Juli 2018 / 19.24 WIB

dailysatu.com-Seorang residivis kambuhan tersungkur ke tanah setelah sebutir timah panas milik petugas Tim Penanganan Gangguan Khusus ( Pegasus) Polsek Kutalimbaru menembus betis kaki kanannya lantaran melawan saat akan ditangkap di Perumahan Bumi Tuntungan Sejahtera Blok N Desa Lau Bekeri Kecamatan Kutalimbaru, Senin (30/7/2018) sekira pukul 14.00 WIB.

Penangkapan terhadap pelaku pemalakan ini dikarenakan telah sangat meresahkan masyarakat khususnya bagi para supir truck.

" Pelaku yang kita tangkap bernama Zulkifli Simbolon alias Jupri Ginting,31, warga Kecamatan Delitua ini sudah sangat meresahkan, sehingga membuat para supir truk menjadi cemas dan takut," terang Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Amir Sitepu ketika ditanya wartawan, Senin (30/7/2018).

Pelaku pemalakan ini tambah Kapolsek berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/59/K/VI/2018/SPKT/SEK KUTALIM, tindak pidana Pemerasan atasnama pelapor Rahmat Hidayullah Nasution,29, Islam,warga Jalan Bejo Gang Sejahtera 85 E Kec.Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang. Kemudian LP/68/K/VII/2018/SPKT/SEK KUTALIM, tindak pidana Pemerasan, a/n pelapor Herlianto Sembiring, 37, warga Dusun Bangun Sari Desa Sei Musam, Kec. Padang Tualang, Kab. Langkat.

"Tersangka adalah seorang residivis dan sudah 2 kali menjadi warga binaan di Rutan Lubuk Pakam dalam kasus Pembacokan dan di Rutan Pancur Batu terlibat Kasus Curanmor," terang AKP Martualesi.

Tersangka dalam melakukan aksinya masih dikatakannya sangatlah beringas yaitu dengan memakai sebilah klewang, bahkan aksi pemalakan tersangka sebelumnya sempat viral di media sosial ( Medsos) saat memalak korbannya yang bernama Herlianto Sembiring pada, Jumat (20/7/2018)sekira pukul 03.30 WIB yang ketika itu sedang membawa ayam menuju ke Medan melintasi Desa Gelugur Rimbun.

" Terlihat dalam rekamam itu tersangka menggunakan klewangnya untuk meminta uang Rp.30 ribu dan ketika diberikan korban Rp.20 ribu ia malah menolak dan menyuruh berhenti," katanya.

Lain lagi dengan pengalaman  Rahmad Nasution yang berprofesi membawa truk cangkang sawit ketika melintas di Desa Silebo Lebo pada Minggu ( 10/6/2018) 2018 sekira pukul 19.40 WIB, masih dijelaskan Kapolsek korban  disetop pelaku bersama temannya 4 orang yang masih buron (DPO).

Dimana para pelaku memaksa harus membayar Rp.100 ribu kalau mau lewat, dan sopir yang tidak punya uang dan  tidak bisa menyanggupi permintaannya maka pelaku merusak mobil para korbannya. " Terhadap tersangka kita berikan tindakan tegas dan terukur karena ketika akan ditangkap melawan anggota di lapangan dan betis kanan tersangka tertembak setelah diberikan tembakan peringatan tidak mengindahkannya," pungkasnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 368 KUHP dan UUDRT NO.12 Th 1951 tentang menguasai alat penusuk tanpa hak dengan ancaman hukuman diatas 5 Tahun penjara.(ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini