Haris Kelana Damanik : Kwalitas Drainase Buruk, Akibatkan 4 Kecamatan Di Medan Utara Terendam Banjir

/

/ Senin, 30 Juli 2018 / 12.52 WIB
Teks foto : Salah satu warga saat melintas digenangan air banjir.
dailysatu.com - Ratusan rumah di kawasan Medan Utara khususnya Medan Marelan, hingga kini masih terendam banjir akibat guyuran hujan selama dua hari.

Sesuai Pantauan Wartawan dailysatu.com dibeberapa lokasi, Senin 30 Juli 20181, tampak genangan banjir sebetis orang dewasa merambah ke dalam rumah warga.

Seperti di pemukiman warga di Komplek KPUM Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Jalan Syahbuddin Yatim, Kelurahan Pekan Labuhan, Jalan Ilyas Kelurahan Sei mati, Jalan Asam Kelurahan Martubung, Jalan KL Yosudarso Simpang Kantor, Jalan Tangkahan Pasar 7, Jalan Rawe.

Tak hanya mengenangi  rumah warga, banjir  juga merendam puluhan hektar lahan persawahan milik warga sehingga dipastikan warga petani mengalami kerugian.

Hal ini dipicu karena masih buruknya insfrastruktur drainase di beberapa kawasan Medan Utara, yang meliputi Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Deli dan Medan Belawan.

Tokoh Masyarakat Medan Utara, Haris Kelana Damanik ST saat ditemui mengatakan, persoalan banjir tidak terputus dari masalah drainase, artinya genangan air akibat hujan sudah menyeluruh terjadi di Kota Medan, begitu juga yang dirasakan masayarakat di Medan Utara.

Ini membuktikan masih lemahnya sistem pembangunan drainase dan jalan yang tidak sesuai dengan bestek atau kualitasnya, sehingga memberikan dampak buruk bagi masyarakat yang ada di kota Medan khususnya Medan Utara.

“Kita tahu, masalah ini sudah masuk tahap pembahasan dan telah diangggarkan, hanya saja pembangunan drainase yang buruk membuktikan masih lemahnya anggota DPRD khususnya dapil 5 mengawasi ini, begitu Pemko Medan harus mengevaluasi pembangunan drainase yang buruk. Dengan adanya pengawasan dan evaluasi yang dilakukan akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” kata Haris Kelana.

Kondisi banjir  di daerah tersebut, juga diakibatkan meluapnya aliran sungai parit besar Marelan.

"Banjir di Marelan ini diakibatkan meluapnya parit besar sehingga, aliran airnya merambah ke pemukiman warga dan lahan pertanian," Kata Haris yang juga Ketua PAC Partai Gerindra Medan Marelan ini.

Lebih lanjut dikatakan Haris, solusinya agar kedepan kawasan Marelan ini diantaranya ditinggikan tanggul sungai parit besar atau dibuat seperti tanggul serta saluran airnya dikorek agar tak tumpa.

"Kami berharap kepada pemerintah agar meninggikan tanggul sungai parit besar, serta dikorek lagi supaya airnya tidak meluber disaat hujan deras turun," Harap Haris.

Ke depannya, lanjut  Bang Haris yang peduli terhadap warga nya ini mengatakan. Pemko Medan harus punya konsep yang jelas sehingga pembangunan yang berlangsung tidak asal jadi. Akibatnya, persoalan banjir akan terus dirasakan masyarakat.

“Kita minta juga kepada anggota dewan berasal dari dapil 5, jangan hanya membahas masalah IMB, BPJS dan masalah yang mengabaikan kepentingan orang banyak. Kita lihat, banjir ini sudah sangat mengkhawatirkan, jadi anggota dewan jangan diam, kalau memang tidak mampu, untuk apa duduk menjadi wakil rakyat,” tegas Haris. (ds/02)
Komentar Anda

Berita Terkini