Dua Pekerja Bangunan Tuding Pengaduan Ahmad Sofian Ke Polisi Hanya Mengada-ada

/

/ Selasa, 31 Juli 2018 / 17.45 WIB

dailysatu.com- Kasus penyekapan serta penganiayaan yang dituduhkan seorang pengusaha kayu dan meubel, Ahmad Sofian terhadap Abdul Rahman alias Dedek,37, warga Jalan Bromo/ Menteng II Medan Denai yang telah dilaporkannya ke Polsek Medan Area diduga telah mengada-ada.

Bahkan menurut saksi kalau Laporan Polisi ( LP) yang dibuat Ahmad Sofian itu hanyalah salahsatu cara agar bisa memeras dengan modus berdamai..

" Pasca kejadian, Ahmad Sofian pernah menjumpai saya dan mengatakan kalau mau berdamai Pak Dedek itu harus membayar uang damai sebesar seratus sampai dua ratus juta rupiah," kata Rizal,42, warga Jalan Sisingamangaraja, Bajak II, Medan Amplas ini ketika ditanya wartawan, Selasa (31/7/2018).
     
Menurut pria yang merupakan penghubung antara Dedek dengan Ahmad Sofian ini mengaku kalau Ahmad Sofian sudah 2 kali datang menemuinya pasca kejadian.

"Jadi saya bilang sama  Ahmad Sofian minta kerja sudah aku kasih kerja. Kok sekarang kayak gini samaku jadinya. Dua hari kemudian Ahmad Sofian datang kembali dan berbicara dengan saya. Saat itu saya mengingatkannya kalau saya sudah baik terhadapnya. Bahkan saya pun sempat disuruhnya menjadi saksi di dalam laporan pengaduannya tersebut," aku Rizal sambil menghela napasnya.

Ketika ditanya tentang adanya penyekapan dan penganiyaan, Rizal dengan tegas membantahnya, bahkan dengan penuh percaya diri ia mengatakan tidak ada aksi penyekapan apalagi hingga sampai pemukulan.

" Setahu saya tidak ada penyekapan maupun pemukulan, karena pada saat usai perjanjian yang ditulis di kwitansi atas penyerahan sepeda motor milik Ahmad Sofian itu dilakukan dengan cara baik dan tidak ada penganiayaan. Bahkan saya sudah ngasih keterangan terkait laporan Ahmad Sofian, kalau penyerahan sepeda motor itu tidak ada pemaksaan, karena saat mereka pulang dari TKP dalam kondisi baik dan tidak ada memar-memar apalagi sampai luka-luka,"  ucapnya.

Kesaksian Rizal ini ternyata juga diperkuat dengan pengakuan dari salah seorang pekerja bangunan lainnya  yakni  Poniran,53, warga Jalan Pasar III, Datuk Kabu, Percut Seituan.

Ia mengaku sudah tiga bulanan bekerja di bangunan rumah milik Dedek yang berada di Jalan Bromo/ Menteng 2 Medan ini. Dimana ia mengetahui secara persis kalau untuk penyerahan sepeda motor milik Ahmad Sofian itu diserahkan dengan sukarela sebagai jaminan saja.

"Saya melihat, ia menyerahkan sepedamotor dengan suka rela dan ia pun menandatangani kwitansi tersebut. Kalau untuk jenis kayu, itu kualitasnya memang  tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh si pemilik rumah," ujarnya.

Sebelumnya Abdul Rahman alias Dedek mengatakan kepada sejumlah wartawan di Polrestabes Medan, awalnya, dirinya hendak membangun rumah orangtuanya dan memesan kayu, papan serta kusen kepada pengusaha meubel bernama Ahmad Sofian warga Jalan Eka Jaya II, Kelurahan Pangkalan Manshur, Kecamatan Medan Johor.

Pada Maret 2018, Dedek memberikan uang Rp 10 juta untuk memesan kayu dan kusen. Selanjutnya, pada Mei 2018, Dedek mengirimkan uang Rp 10 juta via ke rekening Ahmad Sofian.

"Kayu-kayu yang diantarkan oleh Ahmad Sofian  ternyata tidak sesuai dengan pesananku," ujar Dedek.

Selain itu, sambung Dedek, kayu damar yang diantarkan ke rumahnya ternyata juga tidak sesuai dengan pesanan semula.

"Yang saya pesan adalah kayu damar Aceh dan bukan damar laut  Pekanbaru sehinggga saya mengembalikan damar itu dan meminta uang saya dikembalikan saja," jelas Dedek.

Dijelaskan Dedek, saat Ahmad Sofian datang ke rumahnya, dirinya meminta agar Ahmad Sofian mau mengembalikan uangnya, namun Ahmad Sofian ini  malah menyerahkan sepedamotornya sebagai jaminan dan disertai dengan kwitansi penitipan sepedamotor. (ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini